Pengertian TCP, UDP dan Fungsi IPv4 (ABCD,E), IPv6 (unicast, multicast dan anycast) serta Subnetting

1. TCP

TCP (“Transmission Control Protocol”) adalah sebuah protokol berorientasi koneksi, yang berarti bahwa setelah komunikasi itu memerlukan handshaking untuk mengatur end-to-end koneksi. Sebuah koneksi dapat dibuat dari client ke server, dan sejak itu data dapat dikirim sepanjang hubungan itu.

  • Reliable – TCP pengakuan mengelola pesan, transmisi dan timeout. Banyak upaya untuk andal menyampaikan pesan yang dibuat. Jika tersesat sepanjang jalan, server akan kembali meminta bagian yang hilang. Dalam TCP, ada baik ada data yang hilang, atau, dalam kasus timeout beberapa, koneksi akan putus.
  • Memerintahkan – jika dua pesan akan dikirim bersama sambungan, satu demi satu, pesan pertama akan mencapai aplikasi menerima pertama. Ketika paket data tiba dalam urutan yang salah, lapisan TCP memegang data kemudian sampai data sebelumnya dapat disusun kembali dan dikirimkan ke aplikasi.
  • Heavyweight – TCP memerlukan tiga paket hanya untuk mengatur socket, sebelum data aktual dapat dikirim. Ini menangani koneksi, kehandalan dan kontrol kongesti. Ini adalah protokol transport besar yang dirancang di atas IP.
  • Streaming – Data dibaca sebagai sebuah “sungai,” dengan tidak membedakan mana satu paket berakhir dan yang lain dimulai. Paket dapat dibagi atau digabungkan ke dalam aliran data yang lebih besar atau lebih kecil sewenang-wenang.

2. UDP

UDP adalah protokol connectionless sederhana berbasis pesan. Dalam protokol connectionless, tidak ada upaya yang dilakukan untuk men-setup koneksi end-to-end berdedikasi. Komunikasi dicapai dengan mengirimkan informasi dalam satu arah, dari sumber ke tujuan tanpa memeriksa untuk melihat apakah tujuan masih ada, atau jika pihaknya siap untuk menerima informasi. Dengan pesan UDP (paket) lintas jaringan di unit independen.

  • Dapat dipercaya – Bila pesan yang dikirim, tidak dapat diketahui apakah itu akan mencapai tujuan, itu bisa hilang sepanjang jalan. Tidak ada konsep pengakuan, transmisi dan timeout.
  • Tidak memerintahkan – Jika dua pesan dikirimkan ke penerima yang sama, urutan di mana mereka tiba tidak dapat diprediksi.
  • Ringan – Tidak ada pemesanan pesan, tidak ada koneksi pelacakan, dll Ini adalah lapisan transport kecil yang dirancang di atas IP.
  • Datagrams – Paket dikirim secara individu dan dijamin akan utuh jika mereka tiba. Paket memiliki batas-batas yang pasti dan split tidak ada atau bergabung menjadi data stream yg mungkin ada

3. IPv4 (ABCD,E)

Pada IPv4 terdapat kelas-kelas, yaitu:

  • Kelas A, dengan komposisi network.host.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 0.0.0.0 sampai 127.255.255.255
  • Kelas B, dengan komposisi network.network.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255
  • Kelas C, dengan komposisi network.network.network.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255
  • Kelas D, digunakan untuk alamat multcast, range yang digunakan adalah 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255
  • Kelas E, digunakan untuk riset, range yang digunakan adalah 240.0.0.0 sampai 255.255.255.255

4. IPv6  (unicast, multicast dan anycast)

    • Ipv6

Untuk mengantisipasi habisnya IP address di dunia, diciptakanlah versi baru IP yaitu IPv6. Perbandingan kapasitas IPv4 dan IPv6 sangat jauh, IPv4 yang terdiri dari 32 bit hanya tersedia sebanyak2^32 = 4,3 x 10^9 alamat, sedangkan IPv6 terdiri dari 128 bit dan dapat menampung 2^128 = 3,4 x 10^38 [340,282,366,920,938,463,463,374,607,431,768,211,456] alamat. Dengan munculnya IPv6 masalah kekurangan alamat langsung terpecahkan.

Berbeda dengan IPv4 yang ditulis dengan metode dotted decimal, IPv6 ditulis dengan hexadesimal. Setiap pasang bytes dinamakan blocks dan dipisahkan dengan titik dua [:]. Contoh alamat IPv6 adalah

2001:0008:3c4d:0000:0000:0000:abcd:ef12

Alamat kayak gini pastinya kepanjangan jadi ada beberapa metode untuk memperpendek alamat ini.

  1. Angka awal 0 pada setiap block dapat dihilangkan,jadi :

2001:8:3c4d:0:0:0:abcd:ef12

  1. Satu urutan block dengan nilai nol [0] dapat dihilangkan, jadi

2001:8:3c4d::abcd:ef12

Alamat yang terakhir ini merupakan bentuk alamat tersingkat dari IPv6 dan disebut compressed form.

Prefiks network pada IPv6 ditulis sama dengan IPv4, yaitu dengan menggunakan tanda garis miring dan jumlah bit yang merupakan network address dalam angka desimal. Jadi contoh alamat IP yang benar adalah

2001:8:3c4d::abcd:ef12/64

 

Alamat diatas berarti 64 bit pertama merupakan alamat network dan 64 bit berikutnya berupakan alamat host.

5. subnetting

Fungsi dari subnetting sendiri yaitu:

  • Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
  • Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
  • Pengelolaan yang disederhanakan.
  • Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh, contoh: WAN yang menggunakan jaringan antar kota yang berbeda

Posted on 25 Desember 2011, in Teknologi Wireles. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: