Mode Pengalamatan dan Power PC

MODE PENGALAMATAN

     Pengalamatan atau yang lebih dikenal dengan addressing adalah suatu metode yang harus dilakukan oleh CPU untuk memperoleh data dari memori. Secara umum teknik addressing yang sering dilakukan adalah

  1. Immediate addressing

Bentuk pengalamatan ini yang paling sederhana?

  1. Operand benar-benar ada dalam instruksi atau bagian dari instruksi = operand sama dengan field alamat
  2. Umumnya bilangan akan disimpan dalam bentuk kompleent dua
  3. Bit paling kiri sebagai bit tanda
  4. Ketika operand dimuatkan ke dalam register data, bit tanda digeser ke kiri hingga maksimum word data
  5. Contoh:

ADD 5 ; tambahkan 5 pada akumulator

Keuntungan:

  1. Tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand
  2. Menghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhan akan cepat

 

Kekurangan:

 

  1. Ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field alamat

 

  1. Operand (data yang akan dikomputasi) berada langsung pada set instruksi.

1.      Direct Addressing

Operand berada pada memori, set instruksi memegang alamat lokasi memori dimana operand tersebut berada.

2.      Indirect Addresing

Operand berada pada memori, untuk mendapatkan operand ini CPU harus melakukan penelusuran dua kali yaitu dari data alamat memori yang ada pada set instruksi serta alamat yang ditunjuk oleh alamat memori yang diperoleh dari set instruksi tadi.

3.      Register addressing

Operand berada pada register, cara kerjanya mirip dengan direct addressing hanya saja CPU mengakses alamat register bukan alamat memori.

4.      Register Indirect Addressing

Operand berada pada memori, untuk mendapatkan operand CPU harus mengakses register terlebih dahulu karena informasi lokasi operand berada pada register.

5.      Displacement

Operand berada pada memori, cara kerjanya merupakan gabungan dari teknik direct addressing dan register indirect addressing.

Model pengalamatan displacement addressing:

 

6.      Stack

Operand berada pada stack, operand secara berkala dimasukan ke stack sehingga ketika operand dibutuhkan maka operand sudah berada pada “top of the stack”.

Teknik pengalamatan tersebut harus dapat memenuhi kebutuhan komputasi yang    dilakukan oleh computer yang secara garis besar dapat dibagi kedalam tiga kategori yaitu:

–         Operasi load (memasukan data).

–         Operasi branch (percabangan).

–         Operasi aritmatik dan logika.

 

Perbandingan Set Instruksi

Beberapa computer CISC (Complex Instruction Set Computer) menggunakan cara implist dalam menentukan mode addressing pada setiap set instruksinya. Penentuan mode addressing dengan cara implicit memiliki arti bahwa pada set instruksi tidak di ada bagian yang menyatakan tipe dari mode addressing yang digunakan, deklarasi dari mode addressing itu berada menyatu dengan opcode. Lain hal nya dengan cara imsplisit, cara eksplisit sengaja menyediakan tempat pada set instruksi untuk mendeklarasikan tipe mode addressing. Pada cara eksplisit deklarasi opcode dan mode addressing berada terpisah.

Pada kenyataannya komputer CISC menggunakan kedua cara deklarasi mode addressing tersebut. Sebagai contoh computer Pentium II menggunakan deklarasi mode addressing secara eksplisit sedangkan computer  VAX menggunakan deklarasi mode addressing secara implicit.

Kedua cara deklarasi mode addressing tersebut memiliki karakteresitik masing-masing. Jika kita gunakan data pada bab dasar teori untuk memprediksi tempat yang akan digunakan untuk deklarasi mode addressing maka didapat data sebagai berikut:

 

 

prosesor

Ukuran maks set instruksi (Byte)

Jumlah mode addresing

Tempat u/ deklarasi mode addr

IBM 3090

8 (64 bit)

2

1 bit

Intel 80486

12 (96 bit)

15

4 bit

NSC 32016

21 (168 bit)

23

5 bit

MC68040

22 (176 bit)

44

6 bit

VAX

56 (448 bit)

22

5 bit

(http://di2t-076.tripod.com)

Data pada tempat deklarasi mode addressing diperoleh dari logaritma basis dua jumlah mode addressing. Jika deklarasi mode addressing dilakukan secara implicit akan menghemat tempat dalam set instruksi paling tidak satu bit untuk IBM 3090 dan 6 bit untuk MC68040. Perubahan satu bit pada set instruksi akan memberikan jangkauan alamat memori lebih luas mengingat range memori dinyatakan oleh bilangan berpangkat dua. Disamping itu dengan ukuran set instruksi yang lebih kecil akan menyederhanakan desain hardware dari computer.

KESIMPULAN

Dari kedua jenis cara penentuan mode addressing pada sert instruksi, cara implicit lebih baik karena cara implicit lebih menghemat tempat pada set instruksi. Disamping itu opcode sendiri sudah memiliki kode yang unik sehingga tidak perlu untuk mendeklarasikan kode lain untuk membawa informasi ke control unit.

Dalam segi kecepatan arsitektur eksplisit akan lebih cepat dalam men-decode set instruksi karena pengalahan informasi sinyal kontrol dan lokasi opcode berikutnya dilakukan secara bersamaan. pengolahan secara bersamaan dimungkinkan karena decoder terdiri dari opcode decoder dan mode address decoder yang terletak terpisah.

Meskipun desain control unit lebih kompleks tapi hal ini sepadan dengan keuntungan yang diperoleh karena decoder hanya perlu dibuat satu sehingga desain control unit lebih padat.

Posted on 12 Januari 2012, in UMUM. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: